POTENSI DAUN SISIK NAGA (Pyrrosia piloselloides) SEBAGAI ANTIFUNGI Candida albicans
Kode Repository :SKB
NPM :061120002
Nama :Angga Junita R.
Pembimbing 1 :-Dra Tri Saptari H., M.Si
Pembimbing 2 :-Triastinurmiatiningsih, M.Si
Abstrak :-POTENSI DAUN SISIK NAGA (Pyrrosia piloselloides)
SEBAGAI ANTIFUNGI Candida albicans
Triastinurmiatiningsih
1*
, Tri Saptari Haryani1
, Anggita Junita Rahmi
1Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan, Jl. Pakuan, RT.02/RW.06, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Indonesia
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Candida albicans adalah jamur dimorfik yang dapat tumbuh dalam kultur sebagai
pseudohifa dan blastospora. Dalam kondisi tertentu, jamur ini dapat berubah menjadi
patogen dan menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai kandidiasis atau kandidosis. Penggunaan obat kandidiasis dapat menimbulkan efek samping dan resistensi jamur. Tindakan potensial untuk mengobati jamur dapat menggunakan bahan bioaktif dari
tanaman, salah satunya adalah Pyrrosia piloselloides yang termasuk ke dalam family
Polipodyacea. Tahapan penelitian meliputi Uji Fitokimia secara Kualitatif, Uji Konsentrasi Hambat
Minimum (KHM) secara Difusi, dan Uji Lebar Daerah Hambat (LDH) secara Difusi. Konsentrasi Hambat Minimum yang digunakan 10%, 20%, 30%, 40$ dan kontrol
positif, sedangkan konsentrasi LDH adalah 40%, 50%, 60%, 70% dan kontrol positif, dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sisik naga mengandung
flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan steroid. Selain itu, hasil uji LDH menunjukkan
bahwa ekstrak dengan konsentrasi 70% memiliki aktivitas tertinggi dalam menghambat
pertumbuhan jamur Candida albicans, dengan lebar zona hambat mencapai 2,85mm. Kata Kunci: Candida albicans, Sisik Naga, Lebar Daerah Hambat